mematikan service pada windows yang tidak perlu

Selain program, yang otomatis dijalankan saat start up, Windows juga menjalankan service. Service itu berupa program bawaan yang melakukan kerja yang penting seperti agar jaringan kita bisa berfungsi, mengatur user dan yang lain-lainnya lagi. Tetapi selain itu ada juga service lainnya yang tidak Anda butuhkan, menjalankan mereka sama saja menghamburkan resource Anda.Berikut cara untuk menghentikan service yang tidak Anda perlukan:
– Untuk melihat daftar service yang ada klik Start, kemudian Run.
– Ketikkan “services.msc” kemudian enter. Kemudian akan keluar window pop-up yang menampilkan semua service di komputer Anda dan menunjukkan service itu berjalan secara otomatis atau manual.
– Klik tab Extended di bagian dasar, yang akan menunjukkan keterangan dari masing-masing service.
– Sekarang klik pada kata Startup Type di bagian atas kolom, yang mana akan mengurutkan service. Yang tertulis “Automatic” akan otomatis dijalankan begitu masuk Windows. Inilah yang harus Anda Perhatikan.

Berikut daftar service yang tidak begitu Anda perlukan. Ingat jangan sembarangan men-disable service lain selain yang ada, karena ada beberapa service yang memang sangat penting agar komputer Anda bisa beroperasi.
– Alerter
– Clipbook
– Computer Browser
– Distributed Link Tracking Client
– Error Reporting Service (jika Anda tidak mau diminta mengirim laporan error ke Microsoft lagi)
– Fast User Switching
– Human Interface Access Devices
– IPSEC Services
– Messenger
– NetMeeting Remote Desktop Sharing
– Portable Media Serial Number
– Remote Desktop Help Session Manager
– Remote Procedure Call Locator
– Remote Registry
– Routing & Remote Access
– Secondary Logon
– Server
– SSDP Discovery Service
– Telnet
– TCP/IP NetBIOS Helper
– Upload Manager
– Universal Plug and Play Device Host
– Workstation

Double klik pada service-nya. Akan terlihat menu drop-down di sebelah tulisan Startup type yang mana sekarang masih terpilih Automatic semua. Ubahlah ke Manual dan klik Ok. Dengan ini service akan dijalankan hanya saat dibutuhkan, buka selalu dijalankan.

Tips mempercepat windows xp

xpArtikel ini saya copy dari blog tetangga. Caranya juga saya sudah coba. Hasilnya waktu booting windows xp saya yang biasanya kira 60-70 detik, setelah saya coba tips ini waktu booting windows saya 30-35 detik. Jadi silahkan sahabat coba. Ini caranya :

1. Download Microsoft Bootvis disini. Kemudian install.
2. Setelah itu buka Bootvis, klik Trace – Next Boot + Driver Delays. Klik OK. Maka PC akan merestart sendiri.
3. Setelah kembali masuk windows, Bootvis akan terbuka dan menampilkan hasil analisanya.
4. Kemudian klik Trace – Optimize System – klik Reboot Now. Maka PC kembali direstart.
5. Setelah kembali masuk windows, Bootvis akan terbuka dan akan mengoptimalkan sistem. Tunggu sampai prosesnya selesai.
Setelah selesai restart kembali PC Anda, booting masuk ke Windows akan menjadi lebih cepat.


Tips Mempercepat Loading Firefox

tips mempercepat loading Firefox

Untuk memulainya, buka software web browser firefox anda. Di kolom alamat / address bar ketik

about:config

Biasanya setelah terbuka, akan muncul peringatan seperti dibawah ini.

This Might Void Your Warantty!
Changing this advanced setting can be harmfull to the stability, security and performance of this application. You should only continue if you are sure of what you are doing.

Klik saja I’ll be carefull, I Promise!. Anda akan segera masuk ke halaman config firefox. Untuk mengabaikan peringatan ini lagi di lain waktu, uncentang atau hapus select Show this warning next time.

firefoxtricks1

1. Tweak Pertama

Pada Filter bar ketik: network.http.pipelining

Kemudian, klik dua kali pada baris yang menunjukkan nama preferensi yang sama. Double Click akan mengubah nilainya dari false menjadi true.

firefoxtricks2

2. Tweak Kedua

Pada Filter bar ketik: network.http.pipelining.maxrequests

Kemudian, klik dua kali pada baris yang menunjukkan nama preferensi yang sama dan ubahlah dari nilai 4 ke ke angka yang lebih tinggi, dari 10 hingga 30. Saya mengesetnya 30.

firefoxtricks3

3. Tweak Ketiga

Pada Filter bar ketik: network.http.proxy.pipelining

Kemudian, klik dua kali pada baris yang menunjukkan nama preferensi yang sama. Double Click akan mengubah nilainya dari false menjadi true.

firefoxtricks4

4. Tweak Keempat

Pada Filter bar ketik:network.dns.disableIPv6

Kemudian, klik dua kali pada baris yang menunjukkan nama preferensi yang sama. Double Click akan mengubah nilainya dari false menjadi true.

firefoxtricks5

5. Tweak Kelima

Pada Filter bar ketik: plugin.expose_full_path

Kemudian, klik dua kali pada baris yang menunjukkan nama preferensi yang sama. Double Click akan mengubah nilainya dari false menjadi true.

firefoxtricks6

6. Tweak Keenam

Pada Filter bar ketik: network.protocol-handler.external.ms-help

Kemudian, klik dua kali pada baris yang menunjukkan nama preferensi yang sama. Double Click akan mengubah nilainya dari false menjadi true.

firefoxtricks7

Setelah itu, Anda buat Preferensi Nama baru dengan Nilai integer. Untuk melakukannya, klik-kanan pada baris network.protocol-handler.external.ms-help dan pilih Preferensi Nama New -> Integer.

Dalam kotak dialog New integer value ketik: nglayout.initialpaint.delay

dan klik OK. Kemudian di kotak dialog New integer Value ketik 0 (baca: Nol) dan klik OK.

firefoxtricks8

7. Tweak Ketujuh

Masih di baris: network.protocol-handler.external.ms-help

Sekarang buat lagi Preferensi Nama baru dengan Nilai integer. Untuk melakukannya, klik-kanan pada baris network.protocol-handler.external.ms-help dan pilih Preferensi Nama New -> Integer.

Dalam kotak dialog New integer value ketik: content.notify.backoffcount

dan klik OK. Kemudian di kotak dialog New integer Value ketik 5 (baca: lima) dan klik OK.

firefoxtricks9

8. Tweak Kedelapan

Masih di baris: network.protocol-handler.external.ms-help

Sekarang buat lagi Preferensi Nama baru dengan Nilai integer. Untuk melakukannya, klik-kanan pada baris network.protocol-handler.external.ms-help dan pilih Preferensi Nama New -> Integer.

Dalam kotak dialog New integer value ketik: ui.submenuDelay

dan klik OK. Kemudian di kotak dialog New integer Value ketik 0 (baca: nol) dan klik OK.

firefoxtricks10

Selesai Deh…. Jangan lupa untuk merestart ulang firefox anda. Buka kembali firefox anda dan lihat seberapa besar perubahan firefox yang anda rasakan.

Madain Saleh: Sisa Kehancuran Kaum Tsamud

2Dalam Alquran banyak sekali dijelaskan tentang kehancuran bangsa-bangsa (kaum) yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. Di antaranya, bangsa ‘Ad (umat Nabi Hud), kaum Tsamud (umat Nabi Saleh), bangsa Madyan (umat Nabi Syu’aib), kaum Nabi Ibrahim, serta kaum Nabi Nuh.

Seperti umat lainnya, umat Nabi Saleh, yaitu kaum Tsamud, juga dihancurkan karena mereka tidak mau beriman kepada Allah SWT dan tidak mengakui Saleh sebagai seorang Nabi. Mereka dihancurkan oleh Allah SWT dengan petir yang menggelegar sehingga meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.

”Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di imagestempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tshamud.” (QS Hud ayat 67-68).

Sebelum mereka dihancurkan dengan suara petir yang menggelegar, bangsa Tsamud ini diperintahkan untuk menyembah Allah dan mengikuti ajakan Nabi Saleh. Namun, mereka enggan melakukannya. Bahkan, ajakan itu justru dianggap menghina kaum Tsamud. Lalu, ketika diuji dengan diberikan seekor unta betina, mereka pun membunuhnya. Kemudian, Nabi Saleh memperingatkan umatnya. Cerita ini terdapat dalam surah Hud ayat 61-62 dan 65-68, Ibrahim ayat 9, Al-A’raf ayat 75-77, An-Naml ayat 47-50, Al-Qamar ayat 23-26, dan Asy-Syu’araa’ 141-158.

Karena sikap sombong dan angkuh itu, mereka pun harus menerima akibat dan dihancurkan oleh Allah SWT sebagaimana telah dilakukan pada kaum ‘Ad, umatnya Nabi Hud.

Berdasarkan hasil studi arkeologi dan sejarah terkini mengenai kehidupan dan peninggalan bangsa Tsamud ini, para peneliti arekologi berhasil menemukan dan mengungkapkan keberadaan kaum Tsamud di antara Yaman selatan dan utara Madinah yang disebut dengan nama Madain Saleh. Alquran menyebutkan, kaum Tsamud membuat rumah atau bangunan sesuai dengan gaya hidup mereka. Tsamud, seperti disebutkan dalam Alquran, merupakan fakta sejarah yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.

Menurut penjelasan Alquran, kaum Tsamud merupakan anak cucu dari kaum ‘Ad. Hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan arkeologis tentang keberadaan dan kehidupan mereka. Dijelaskan, akar kaum Tsamud dulunya hidup di utara Semenanjung Arab yang berasal dari selatan Arabia, tempat kaum ‘Ad pernah hidup.

Sumber-sumber sejarah mengungkapkan, sekelompok orang yang disebut dengan Tsamud benar-benar pernah ada. Masyarakat al-Hijr (batu) sebagaimana disebutkan dalam Alquran adalah sama dengan kaum Tsamud. Nama lain dari Tsamud adalah Ashab al-Hijr. Kata ‘Tsamud’ adalah nama dari suatu kaum, sedangkan kata al-Hijr adalah salah satu di antara beberapa kota yang dibangun oleh orang tersebut. (Lihat Ensiklopedia Islam).

Seperti umat Nabi Hud yaitu kaum ‘Ad, ahli geografi Yunani yang bernama Pliny menggambarkan bahwa Domatha dan Hegra adalah lokasi tempat tinggal kaum Tsamud. Tempat tersebut hingga kini dikenal dengan nama Kota Al-Hijr.

Sumber tertua yang berkaitan dengan kaum Tsamud adalah hikayat kemenangan Raja Babilonia Sargon II (abad ke-8 SM) yang mengalahkan orang-orang ini dalam pertempuran di Arabia selatan. Bangsa Yunani juga menghubungkan kaum ini sebagai ‘Tamudaei’, yakni ‘Tsamud’ sebagaimana ditulis Aristoteles, Ptolomeus, dan Pliny. Kaum Tsamud ini diperkirakan hidup pada abad ke-8 Sebelum Masehi, sekitar tahun 800-an SM.

Dalam Alquran, kaum ‘Ad dan Tsamud disebutkan secara bersamaan. Menurut para ahli tafsir, terdapat sebuah hubungan antara kedua kaum ini. Dan, kaum ‘Ad pernah menjadi bagian dari sejarah kaum Tsamud.

Nabi Saleh memerintahkan umatnya untuk mengambil peringatan dari kejadian yang pernah menimpa umat Nabi Hud (kaum ‘Ad). Sementara itu, kaum ‘Ad ditunjukkan contoh dari kaum Nabi Nuh yang pernah hidup sebelum mereka. Kaum ‘Ad mempunyai kaitan penting dengan kaum Nabi Nuh. Ketiga kaum ini mempunyai hubungan sejarah yang saling berkaitan.

Menurut Alquran, kaum yang pertama kali dihancurkan adalah kaum Nuh. Selanjutnya, kaum Nabi Luth yang melakukan hubungan sejenis (homoseksual). Kemudian berturut-turut, kaum Nabi Musa (penenggelaman Firaun), kaum Nabi Syu’aib (Madyan), kaum Nabi Hud (‘Ad), dan kaum Nabi Saleh (Tsamud).

Menurut Harun Yahya dalam situsnya, umat Nabi Nuh dihancurkan pada 3000-2500 SM, kaum Ibrahim dan Luth awal tahun 2000 SM, umat Musa tahun 1300 SM, umat Hud (‘Ad) 1300 SM, dan umat Nabi Saleh (Tsamud) sekitar tahun 800 SM.

Menurut beberapa sumber, urutan tersebut di atas belum sepenuhnya tepat. Namun, dari data itu, akan dihasilkan sebuah rangkaian yang sangat runtut (tertib), baik menurut Alquran maupun data-data sejarah.

Pahatan Batu
Dari beberapa keterangan yang ada, Britannica Micropedia menyebutkan:
Di Arabia Kuno, suku atau sekelompok suku tampaknya telah memiliki keunggulan sejak sekitar abad 4 SM sampai pertengahan awal abad 7 M. Meskipun kaum Tsamud kemungkinan asal-usulnya dari Arabia selatan, sebuah kelompok besar rupanya pindah ke utara pada awal-awal tahun, secara tradisional berdiam di lereng gunung (Jaba) Athlab. Penelitian arkeologi terakhir mengungkapkan, sejumlah besar batu bertulis dan gambar-gambar kaum Tsamud tidak hanya ada di Jabal Athlab, tetapi juga di seluruh Arabia tengah. (Britannica Micropedia, vol 11, hlm 672).

Pada sekitar 2000 tahun yang lampau, kaum Tsamud telah mendirikan sebuah kerajaan bersama bangsa arab yang lain, yaitu Nabataeans. Saat ini, di Lembah Rum yang juga disebut dengan Lembah Petra di Jordania, dapat dilihat berbagai contoh karya pahat batu yang terbaik dari kaum ini. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, kaum Tsamud ini memiliki kemahiran dan keahlian dalam bidang pertukangan (ukiran dan pahat memahat).

”Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS al-A’raf: 74)

Menurut Brian Doe, seorang peneliti arkeologi tentang keberadaan kaum Nabi Hud dan kaum Tsamud di Arabia selatan, kaum Tsamud ini dikenali melalui tulisan dan pahatan-pahatan yang mereka buat di dinding-dinding batu. Tulisan yang secara grafis itu sangat mirip dengan huruf-huruf Smaitic (yang disebut Thamudic) dan banyak ditemukan di Arabia selatan sampai ke Hijaz. (Brian Doe, Southern Arabia, Thames and Hudson, 1971, hlm 21-22)

Tulisan yang pertama ditemukan di daerah utara Yaman tengah yang dikenal sebagai Tsamud, ini dibawa ke utara oleh Rub’ah Khali ke selatan dan Hadramaut serta oleh Shabwah ke barat.

Seperti halnya kaum ‘Ad, peninggalan kaum Tsamud banyak ditemukan di daerah sekitar Hadramaut, Yaman. Walaupun telah dihancurkan oleh Allah SWT selama ribuan tahun lalu, namun hingga kini sisa-sisa peninggalan mereka (berupa bangunan dan karya seni) masih dapat ditemukan di sekitar Hadramaut dan di Kota Madain Saleh, sebelah utara Madinah. sya/berbagai sumber

Warisan Dunia

Kota bekas peninggalan umat Nabi Saleh, yaitu kaum Tsamud di Al-Hijr (Madain Saleh), kini menjadi salah satu kota warisan dunia. Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO), pada awal Juli 2008 lalu, telah mengesahkan kota tua Madain Saleh yang terletak di utara Madinah, sebagai salah satu situs warisan dunia (World Heritage Site).

Kaum Tsamud dan Nabatea yang menetap di Madain Saleh adalah situs bersejarah yang memiliki 132 kamar dan kuburan. Tempat ini terletak sekitar 440 km di sebelah utara Madinah. Umat ini diperkirakan hidup pada 200 SM hingga abad 200 Masehi (abad ke-2). Peninggalan yang masih bisa dilihat di sini adalah ukiran dan pahatan pada tembok, menara, serta sejumlah saluran air dan bak-bak air.

Selain itu, para arkeolog juga menemukan batu bata rumah warga yang dianggap sebagai sisa peninggalan umat Nabi Saleh di Nabatea yang terpelihara dengan baik setelah Petra, dan berlokasi sekitar 440 km arah utara Madinah yang berbatasan dengan Yordania. Kota Madain Saleh menjadi situs warisan dunia yang pertama diperoleh Arab Saudi. sya/iina

Kaum Tsamud, Entrepreneur Ulung

Kaum Tsamud, umat Nabi Saleh, dikenal sebagai entrepreneur ulung di masanya. Berbagai karya seni pahat, ukiran, dan pertukangan adalah contoh keahlian dan kemahiran mereka.

”Dan, ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS al-A’raf: 74)

Para arkeolog berhasil menemukan sejumlah batu karang dari hasil budaya kaum Tsamud di gunung-gunung maupun di lembah-lembah sekitar Arabia selatan dan tengah. Misalnya di Jabal Athlab, ditemukan tembikar dan lainnya.

Karena keahlian dan kepandaiannya itu, hasil ukiran yang mereka buat dijadikan sebagai barang dagangan dengan komunitas lainnya. Sebagian lagi dibuat hiasan di rumah-rumah mereka.

Produk utama kaum Tsamud adalah barang pecah belah (tembikar) yang unik dan memiliki nilai seni yang berkualitas tinggi. Sedangkan, produk lainnya yang diperdagangkan adalah kemenyan dan rempah-rempah. Dari hasil perdagangan tersebut, didapatkan kekayaan sehingga memungkinkan mereka membangun istana, rumah yang dipahat, dan makam pada batu karang. Kota tersebut berada 347 km di sebelah utara Madinah.

Pada sekitar 200 SM, kaum Nabasia menggantikan kaum Tsamud menguasai Kota Dedan (Al-Ula) sampai Al-Hijr (Madain Saleh). Situs arkeologi penting ditemukan di Kota Al-Ula yang telah dihuni sampai 1970, yang merupakan sebuah percontohan Kota Islam yang dikenali kembali pada abad ke-11 Masehi. Khuraibah merupakan sebuah situs Kerajaan Lihyanite, yang terdapat sejumlah besar makam. Ditemukan pula, Ikmah yang merupakan sebuah sungai (wadi) pada batunya memuat prasasti Lihyanite dan Minea. sya/berbagai sumber/kem

sumber : republika online

Janji Allah di dalam Al-Quran: Yahudi Pasti Hancur Bagi Kali Kedua

yahudi Berbicara tentang Yahudi, sama saja dengan membicarakan tingkah polah suatu kaum yang tidak akan pernah habis-habisnya. Kelakuan kaum Yahudi bukan hanya sekedar suatu kebetulan. Kelakuan mereka yang cenderung meremehkan kaum lain yang ada di sekitar mereka, sudah sering terjadi sejak dulunya, bahkan di dunia Islam sepak terjang kaum hina ini dicatat dalam surat tersendiri di dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Bani Israil (Al-Israa’, surat ke-17). Seperti apakah sebenarnya bangsa Yahudi itu? Lalu apakah bangsa yang telah ditakdirkan menjadi bangsa yang cerdik itu akan terus menguasai dunia? Bagaimana dengan kaum muslimin? Tulisan berikut akan mengulas masa lalu dan masa depan kaum tersebut, tentu saja dengan sudut pandang Al-Islam. YAHUDI, BANGSA YANG DILAKNAT ALLAH SWT Sejak berlangsungnya diaspora (bercerainya kaum Yahudi ke seluruh penjuru dunia), mereka telah menjalani babakan sejarah yang amat pekat. Mereka bertebaran di muka bumi, hidup hanya mengandalkan belas kasihan bangsa-bangsa lain. Mereka tinggal di perkampungan tertutup yang dinamai ghetto. Akan tetapi mereka termasuk bangsa yang tidak tahu membalas budi, sehingga bangsa-bangsa yang menerima kehadirannya merasa gundah dan terancam. Keadaan tersebut membuahkan perasaan anti Yahudi yang menjalar ke seluruh penjuru dunia. Pengusiran, pengejaran, teror, dan pembunuhan menjadi warna hidup sehari-hari Yahudi. Kita mencatatnya, bagaimana di bawah kekuasaan Nebuchadznezar misalnya, bangsa Babilonia menumpas habis setiap orang Yahudi di wilayahnya. Begitu pula kejadian yang menimpa mereka pada abad VII M, yaitu ketika Romawi menggulung orang-orang Yahudi di atas bumi Romawi. Untunglah, dengan munculnya Kekhilafahan Islam, eksistensi mereka terselamatkan (karena semua negara sudah memusuhi mereka) untuk sementara. Namun keadaan tersebut tidak berarti sikap, tabiat, dan sifat-sifat yang mejadi ciri khas bangsa Yahudi sejak dahulu hilang (berubah). Malah dengan terang-terangan mereka menyebarkan intrik politik dan sosial, keresahan ekonomi, dan berbagai macam racun masyarakat ke tengah-tengah kaum muslimin. Persekongkolan Yahudi dengan para Imperialis Barat dan permusuhannya terhadap kaum muslimin berlanjut sepanjang sejarah, tidak pernah patah di tengah jalan, apalagi berhenti. Di awal abad ini bersama-sama kekuatan lain yang memusuhi Islam, mereka berjaya menggulingkan Kekhilafahan Islam di Istanbul, negara yang sebelumnya melindungi mereka dari kematian dan kepunahannya. Kejadian yang paling tragis yang menimpa mereka adalah, pembantaian menjelang Perang Dunia II terhadap lebih dari enam juta orang Yahudi di Jerman oleh Nazi Jerman di bawah kekejaman Hitler (mungkin hanya metos untuk tujuan tertentu). Memang tidak ada satu bangsapun di dunia ini mengalami penderitaan begitu lama dan penghinaan yang menginjak-injak martabat mereka sebagai manusia (penyiksaan yang teramat kejam) selain bangsa Yahudi. Tetapi pada dasarnya, perlakuan yang tidak simpatik dan tindakan lainnya yang dilakukan oleh setiap bangsa terhadap mereka tidak lain adalah merupakan akibat ulah mereka. Merekalah kaum yang berani mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu fakir dan kami adalah kaum yang kaya” (QS. Ali Imran 181) dan, “Tangan Allah itu terbelenggu (kikir)” (QS. Al Maidah 64). Begitu murkanya Allah kepada mereka sehingga sebagian dari mereka dikutuk menjadi babi dan kera, sesuai firman Allah SWT: “…yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi…” (QS. Al Maidah 60, lihat pula QS. Al Baqarah 65). Mahabenar Allah SWT dengan segala firmanNya: “Maka, Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan (melaknat dan mengutuk mereka) disebabkan mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar” (QS.An Nisaa’ 155) “…lalu ditimpakanlah kepada mereka (kaum Yahudi) nista dan kehinaan, serta mereka mendapatkan kemurkaan dari Allah. Hal itu terjadi karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar…” (QS. Al Baqarah 61). Kehinaanpun akan meliputi mereka dimana-mana, firman Allah SWT: “Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada,…dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah…” (QS. Ali Imran 112). Kecuali bagi mereka yang kemudian masuk Islam dan memegang janji: “…kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia…” (QS. Ali Imran 112). KEPASTIAN PUNAHNYA BANGSA YAHUDI Tidaklah berlebihan kiranya apabila mereka dijadikan lakon dalam sejarah peradaban manusia, karena peran dan kedudukan mereka dalam sejarah manusia. Dalam surah Al-Isra’ (Memperjalankan di Malam Hari) menegaskan kehancuran atas kesombongan mereka. Allah SWT berfirman: Sesungguhnya kamu (Bani Israil) akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampung ke seluruh negeri. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana” (QS. Al Israa’ 4-5). Bila kita perhatikan ayat di atas yang membahas tentang pengrusakan yang dilakukan oleh orang Yahudi, maka muncul pertanyaan: apakah mereka sudah melakukannya (sebelum ayat-ayat tersebut turun) atau belum? Perlu diketahui bahwa ayat tersebut turunnya di Makkah, jauh sebelum kaum muslimin mempunyai kekuasaan dan kekuatan di Madinah. Menurut catatan sejarah, bangsa Yahudi telah berkali-kali mengalami kehancuran sebelum datangnya Islam dan sebelum turunnya ayat-ayat di atas. Mereka pernah menelan pil pahit yang nyaris merenggut keberadaan bangsa Yahudi di masa peradaban Babilonia dan Romawi (seperti yang telah disampaikan di alinea sebelumnya), begitu pula yang dilakukan bangsa-bangsa lain sebelum Islam datang. Bukan hal yang perlu dipungkiri jika kesombongan dan kerusakan yang lebih besar lagi akan mereka ulangi di masa yang akan datang sampai akhirnya Allah SWT akan melenyapkan mereka dari permukaan bumi ini. Apabila kita mendalami ayat-ayat tersebut di atas dengan cermat (dengan menggunakan kaidah Bahasa Arab), akan kita temukan bahwa kata tufsidunna dan ta’lunna merupakan bentukan fi’il mudhari’ (kata kerja yang berlaku untuk masa akan datang (pasti terjadi) atau sekarang), sedangkan ‘lam’ di awal kedua kata tersebut memastikan bahwa kata tersebut merupakan bentuk karta kerja akan datang (future) bukan sekarang (present). Dengan demikian, makna lafadz latufsidunna berarti ‘kamu pasti akan melakukan kerusakan’ dan lafadz lata’lunna berarti ‘kamu pasti akan melakukan kesombongan’. Lafadz ‘latufsidunna’ diberi penjelasan bahwa akan terjadi dua kali, sedangkan ‘lata’lunna’ mendapat penegasan dengan lafadz ‘ulluwan’ yaitu suatu kesombongan yang bersifat kabiiran (besar) dan ditambah lafadz ‘kabiiran’ itu sendiri; berarti kesombongan yang sangat besar. Kemudian ayat berikutnya disambung dengan lafadz ‘idzaa’ yang berarti ‘apabila’ dan ‘fa’ sebelumnya yang merupakan penghubung yang menunjukkan suatu kejadian yang terjadi segera setelah keadaan sebelumnya terpenuhi. Dari pengertian bahasa, maka kita fahami bahwasanya bangsa Yahudi melakukan kerusakan yang pertama setelah ayat tersebut turun. Kemudian disusul dengan penghancuran yang menimpa mereka tanpa menunggu waktu yang lebih lama (sesuai dengan kata hubung ‘fa’ tadi). Allah SWT melanjutkan firmanNya: Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar-masuk kampung di seluruh negeri” (QS. Al Israa’ 5). Lafadz ‘ibaadan lanaa’ yang berarti hamba-hamba Kami, merupakan suatu kehormatan bagi orang-orang tersebut yang akan menghancurkan hegemoni Yahudi. Siapakah sesungguhnya yang dimaksud hamba-hamba Kami? Tidak lain adalah kaum mu’minin, sekelompok kaum yang pantas mendapat predikat ‘ibaadan lanaa’, sebagaimana pernyataan ayat: Dan hamba-hamba Ar Rahmaan yang berjalan di muka bumi, (memiliki sifat) rendah hati dan apabila mereka ditegur sapa oleh orang-orang jahil, mereka mengucapkan selamat (salam)” (QS. Al Furqon 63). Katakanlah hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az Zumar 53). Mahasuci Allah yang telah menjalankan hambaNya…” (QS. Al Israa’ 1). Sudah barang tentu gelar kehormatan dan kemuliaan yang diberikan Allah SWT tersebut tidak sesuai dengan sifat-sifat bangsa Babilonia atau Romawi yang pernah menghancurkan bangsa Yahudi sebelumnya. Penghormatan dan kemuliaan itu lebih berhak disandang oleh Rasulullah SAW beserta para sahabatnya yang hijrah ke Madinah, negeri tempat kekuasaan, politik, dan ekonomi bangsa Yahudi waktu itu. Tak aneh apabila Rasulullah SAW pertama kali sampai di Madinah langsung menyusun resolusi dan perjanjian politik antara kaum muslimin dengan bangsa Yahudi. Tetapi bangsa, yang telah mendapat laknat Allah, itu telah melanggar dan merusak perjanjian yang sebelumnya mereka sepakati. Oleh karena itu, Allah SWT mendatangkan kepada mereka hamba-hambaNya (kaum mu’minin) yang mempunyai kekuatan besar, lalu mencari Yahudi keluar masuk kampung ke seluruh pelosok negeri. Berakhirlah kedigjayaan, kepongahan, dan kekuasaan bangsa Yahudi di Madinah, Khaibar, dan kawasan Taima. Bahkan tidak kepalang tanggung, hancurlah seluruh pengaruh dan impian mereka untuk bercokol di bumi Arab. Maha benar Allah SWT dengan firmanNya: Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir dari ahli kitab itu dari negeri-negeri mereka pada waktu pengusiran yang pertama kali. Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar, dan merekapun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan mampu mempertahankan mereka dari hukuman Allah…” (QS. Al Hasyr 2). KAPAN KEHANCURAN YAHUDI YANG TERAKHIR ? Pengusiran dan kehancuran Yahudi yang pertama mengakibatkan tersebarnya koloni-koloni mereka ke seluruh penjuru (diaspora) di masa Rasulullah SAW beserta sahabatnya masih hidup. Inilah rahasia lafadz terakhir ayat tadi (Al Israa’ 5), yaitu wa kaana wa dan maf’uulaa yang berarti ‘dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana’. Ayat berikutnya menggambarkan babakan kedua dari kesombongan dan kepongahan mereka: Kemudian kami berikan giliran padamu untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak (keturunan), dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” (QS. Al Israa’ 6). Ayat ini mengisyaratkan bahwasanya Allah SWT akan memberikan giliran kepada bangsa Yahudi untuk mengalahkan “mereka”. “Mereka” pada ayat ini berhubungan erat dengan ayat sebelumnya, yaitu orang yang pernah mengusir dan mengejar Yahudi keluar masuk kampung di seluruh negeri. Ayat ini diawali dengan lafadz tsumma yang berfungsi sebagai kata penghubung, yang menghubungkan kejadian pertama dan kejadian kedua dengan memberikan jeda (waktu atau kurun) yang agak lama. Berbeda dengan lafadz fa. Mahabenar Allah SWT yang menunjukkan kepada kita saat ini Kebesaran dan KeagunganNya dengan mengukir kemenangan bangsa Yahudi atas kaum muslimin. Bangsa Yahudi berhasil membalas sakit hatinya dengan menduduki kembali negeri-negeri Syam dan Palestina, serta mengalahkan pengaruh kaum muslimin di wilayah itu. Pada ayat di atas tercantum lafadz ‘al karrata’, yang dapat diartikan pula dengan ‘kekuasaan’, disambung dengan ‘dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak (keturunan), dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar’. Kebenaran ayat ini juga tak perlu disangsikan lagi, dengan melimpahnya bantuan ekonomi maupun politik terhadap bangsa Yahudi Israel serta dengan mengalirderasnya arus imigran Yahudi dari segala penjuru dunia ke bumi Palestina, tanpa bisa dicegah lagi oleh kaum muslimin. Kekuatan ekonomi dan militer Barat hampir seluruhnya berdiri di belakang Yahudi, sebagai konsekuensi bagi mereka yang telah melahirkan negara Israel pada tahun 1948. Karenanya, kesombongan dan kepongahan mereka pun meningkat, sesuai dengan derajat kesombongan kedua yang dilukiskan dalam Al Qur’an. Sejarah modern pun mencatat lembaran hitam kaum muslimin akibat ulah bangsa Yahudi, sebagaimana dipaparkan di bawah. Tanpa mengindahkan kekhawatiran dunia, bangsa Yahudi melompati batas-batas wilayahnya, menduduki kawasan lain yang dapat memeliharanya dari bencana dan kemarahan orang-orang Arab (baca: kaum muslimin), melakukan teror dan pembunuhan, perburuan dan penyiksaan yang belum pernah ditemui dalam sejarah kekejian manusia. Berapa banyak anak-anak kaum muslimin menjadi yatim piatu, wanita yang menjadi janda, orang tua kehilangan anak-anaknya, wanita yang direnggut kehormatannya, rumah-rumah milik kaum muslimin yang dihancurkan, tanah penduduk yang dirampas, tanpa ada balas budi atas kebaikan kaum muslimin di masa lampau terhadap mereka (di masa Kekhilafahan Turki Utsmani bangsa Yahudi kebanyakan menjadi Ahludz Dzimmah*)). Malahan dengan biadab mereka merusak dan membakar Masjidil Aqsha (tahun 1969), merobek-robek Kitab Suci Al Qur’an, dan membunuh jama’ah yang sedang melakukan shalat. Kalaulah kita ingin mencatat kebiadaban mereka, maka akan masih banyak lagi daftar panjang kebiadaban bangsa Yahudi terhadap kaum muslimin. Benar, bahwasanya perbuatan biadab dan kekejian yang mereka lakukan, sesungguhnya hanyalah akan mempercepat datangnya siksaan dan hukuman Allah SWT sebagaimana yang telah dijanjikan dalam Al Qur’an: Dan apabila tiba saatnya hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-mukamu (Bani Israil), dan untuk memasuki masjid sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali yang pertama, dan untuk membinasakan habis-habisan apa saja yang mereka kuasai.” (QS. Al Israa’ 7). Dalam ayat ini Allah SWT telah memastikan akan lenyapnya bangsa Yahudi dari permukaan bumi ini. Seperti ayat ke-5, Al Qur’an kembali menggunakan lafadz ‘fa’ bukan ‘tsumma’. ‘Fa’ menunjukkan ‘athaf’ yang berarti segera akan terjadi (bersusulan) begitu keadaan sebelumnya telah terpenuhi (terjadi). Mahasuci Allah yang memberitahukan kepada kaum muslimin bahwasanya kita akan memasuki Masjidil Aqsha, sebagaimana dahulu (di masa pemerintahan Umar bin Khaththab RA yang menaklukan bumi Palestina). Lafadz ‘wa liyutabbiruu’ berarti kita (kaum muslimin) akan menghancurleburkan apa saja yang berembel-embelkan Yahudi. Dengan teramat indah, ayat tadi menjanjikan tentang kedua kejadian. Peristiwa pertama, telah dilakukan oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin Abu Ubaidah bin Jarrah RA. Sedangkan peristiwa kedua adalah penaklukan terakhir yang akan meluluhlantakkan bangsa Yahudi sampai kedasar-dasarnya tanpa sisa dengan kemenangan kaum muslimin yang gilang-gemilang. Pada saat kehancuran Yahudi pertama kali, kaum muslimin sedang berada dalam keadaan yang dilukiskan oleh Al Qur’an sebagai ‘hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar’. Dengan demikian, maka lafadz ‘sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali yang pertama’, memiliki relevansi (hubungan) yang amat kuat dengan keadaan yang pernah terjadi sebelumnya. Dengan kata lain, kaum muslimin baru akan menghancurkan Yahudi pada kali yang kedua setelah memiliki kekuatan, setidak-tidaknya menyamai kekuatan dan kekuasaan kaum muslimin di masa sahabat RA. Lalu, muncul dalam pikiran kita, apakah saat ini kaum muslimin mempunyai kekuatan? Kaum muslimin yang mana yang akan melakukannya? Apakah penguasa-penguasa kaum muslimin saat ini, yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang akan menghancurkan kepongahan Yahudi? Jawabnya tentu saja tidak. Memang kaum muslimin saat ini memiliki bilangan jumlah yang teramat besar, tetapi mereka ibarat macan kehilangan taringnya, ibarat sleeping giants, ibarat buih yang mengapung dan terombang-ambing di lautan. Dan para penguasanya duduk di atas buih-buih tadi dan diam dalam kelezatan dunia, mereka membiarkan saja kekejaman yang dilakukan Yahudi atas sesama saudara seaqidah mereka di Palestina, walaupun itu dilakukan di depan hidung mereka. Malah mereka menjerumuskan diri, rakyat, serta negeri mereka di bawah telapak kaki bangsa Yahudi. Ayat Al Qur’an di atas juga menjanjikan bahwa yang akan mengalahkan bangsa Yahudi (berdasarkan relevansi tadi) adalah ‘ibadan lanaa’ yang memiliki sifat-sifat mulia. Sekarang, apakah kaum muslimin saat ini beserta para penguasanya telah memiliki sifat-sifat sebagaimana yang digambarkan dalam Al Qur’an? Anda semua bisa menjawabnya. Kenyataannya saat ini, sebagian besar umat hanyut dalam pesta pora. Gaya hidup pria-wanitanya yang nista. Apakah dari perempuan-perempuan liar seperti itu akan lahir generasi mujtahid dan mujahid yang kemudian akan menegakkan Islam? Ketahuilah wahai saudaraku, bahwasanya kaum muslimin yang memiliki sifat-sifat mulia-lah yang akan mengalahkan bangsa Yahudi, dan mereka akan memperoleh kemenangan di bawah kekuasaan, kekuatan, dan naungan Daulah Islamiyyah (Khilafatan Raasyidatan alaa min haajin Nubuwah) yaitu Khilafah yang menerapkan Syari’at Islam secara keseluruhan. Hanya Daulah Islam yang menerapkan Syari’at Islam secara totalitas inilah, tentunya dengan izin Allah SWT, yang akan menghancurkan eksistensi bangsa Yahudi. Pada akhir surat Al Israa’ terdapat ayat yang berhubungan dengan janji Allah ini: Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil: ‘Diamlah kamu di negeri ini’. Maka apabila telah datang janji terakhir, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur.” (QS. Al Israa’ 104). Lafadz ‘wa’dul akhirah’ yaitu ‘janji terakhir’ mengacu pada janji Allah tentang musnahnya bangsa Yahudi pada kehancurannya yang kedua pada ayat ke-7 surat yang sama. Lafadz ‘faa’ di akhir ayat di atas (QS. 17:104) berarti berkelompok-kelompok dan bercampur-baur. Ini melukiskan realita saat ini, tatkala imigran-imigran Yahudi dari segala penjuru dunia memasuki wilayah Palestina (terutama imigran Yahudi dari Rusia). Kejadian demi kejadian berlalu, semakin hari semakin menambah dan mempertebal keyakinan kita akan datangnya kemenangan itu. Namun untuk mempercepat apa yang telah dijanjikan Allah SWT kepada kaum muslimin, maka hendaknya kita berhenti sejenak untuk berintrospeksi diri dengan tingkah polah kita, untuk merenungkan sejauh mana kita sebagai kaum muslimin telah berusaha mendekat menuju gambaran sifat-sifat ‘ibadan lanaa’. Lebih penting dari itu adalah sejauh mana kepedulian kita untuk membangkitkan umat ini dan sekaligus merubahnya menjadi suatu kekuatan yang maha dahsyat? Inilah salah satu syarat untuk mewujudkan kemenangan yang pasti diraih kaum muslimin. Kiranya sabda Rasulullah SAW perlu kita renungkan: Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi. Kemudian mereka akan diperangi oleh kaum muslimin sehingga batu dan pohon sampai berkata: ‘Hai kaum muslimin, wahai hamba Allah, inilah seorang Yahudi tersembunyi di belakangku, datangilah dan bunuhlah”. (Seluruh alam akan berkata begitu), kecuali pohon Al Gharghad. Sebab, sesungguhnya ia (pohon itu) tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi” (HR. Bukhari & Muslim). HARAPAN BERADA PADA PUNDAK GENERASI INI Kaum muslimin saat ini hidup pada kurun sejarah sebelum hari kiamat. Sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya, pada masa itu akan terjadi serangkaian peristiwa yang akan menimpa bangsa Yahudi akibat kebengisan dan kesombongan yang telah mereka lakukan sebelumnya. Mereka adalah satu-satunya bangsa yang telah berani membunuh para Nabi dan Rasul serta mencela Allah SWT. Merekalah satu-satunya umat yang dikutuk Allah SWT dengan menjadikannya babi dan kera. Mereka jugalah satu-satunya umat yang diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, merasakan pahit getirnya penderitaan yang teramat hebat. Itulah siksa dan azab yang menimpa mereka pada masa lalu. Mereka seolah-olah menjadi satu bangsa yang telah ditakdirkan untuk menderita, karena kekejaman yang mereka lakukan terhadap para nabi dan kaum muslimin melampaui batas-batas yang dilakukan golongan manusia lainnya. Pada golongan agama lain selain Yahudi, walaupun mereka juga tidak ingin melihat Islam tumbuh dan berkembang (QS. Al Baqarah 120), tapi mereka tidaklah sebiadab bangsa Yahudi dalam membenci Islam. Bahkan sejarah mencatat, bahwa yang mempunyai rencana untuk menyalib Isa AS dan kemudian menyalib orang yang diserupakan Allah dengan Isa AS (QS. An Nisaa’ 157) adalah bangsa Yahudi juga. Kemurkaan Allah SWT terhadap mereka tersurat dengan jelas dalam Al Qur’an: Dan ingatlah ketika Rabbmu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia pasti mengirim kepada mereka (kaum Yahudi) sampai hari kiamat, orang-orang yang akan menimpakan adzab kepada mereka dengan yang seburuk-buruknya” (QS. Al A’raaf 167). Serangkaian ayat-ayat dan hadits yang diungkapkan di atas mengisyaratkan bahwa negara Israel yang dikuasai Yahudi tidak akan lama lagi usianya. Negara itu akan hilang dari peta dunia, dan kepunahannya merupakan hal yang pasti, walaupun seluruh kekuatan di muka bumi memberikan kepada mereka ramuan panjang umur untuk mempertahankan eksistensinya. Namun kemusnahan bangsa Yahudi tidak bisa diwujudkan hanya dengan do’a saja, atau hanya dengan tafsir terhadap ayat-ayat dan hadits yang berkaitan dengan hal itu. Aqidah Islam tidak mengajarkan keyakinan seperti itu. Sedang Rasulullah SAW sendiripun yang dijanjikan kemenangannya tidak berpangku tangan dan berdo’a saja dalam memerangi kaum kafir. Beliau bahkan harus mengorbankan harta, air mata, darah, bahkan nyawa kaum muslimin. Generasi muslimin pada masa dahulu bahu-membahu menyusun kekuatan, menggalang persatuan, memproklamirkan suatu kekuatan baru yang siap mengorbankan aspek-aspek materi/fisik untuk mencapai tujuan menegakkan kalimat Allah SWT serta hidup secara Islam di bawah naungan Syari’at Islam yang agung. Mereka berhasil memperoleh kemenangan tatkala mereka mengikatkan diri mereka di jalan Allah, dan akan menderita kekalahan dan kehinaan tatkala melanggar jalan Allah SWT. Kini, saat umat Islam menghadapi berbagai krisis yang menentukan hidup dan matinya, sedang mengalami ujian yang tiada tolok bandingnya. Membanjirnya musuh-musuh Islam yang menghanyutkan sendi-sendi Syari’at dan masyarakat Islam, yang menyisakan kotoran dan lumpur kesesatan dan kemunafikan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat dan hukum pemerintahan, dan mengibarkan berbagai bendera kekafiran, serta berdirinya berbagai bentuk negara. Musuh-musuh Islam itu ada yang menyamar menjadi kaum muslimin dan menyerang dari dalam dan menggerogoti umat dengan merusak sendi-sendi syari’at yang telah qath’i nashnya. Para penguasanya hanya diam, buta dan tuli terhadap kejahatan dan kesewenangan yang berada di hadapan mereka. Sedang umat telah tenggelam di majelis-majelis para Darwisy, berdo’a dan asyik memohon kepada Allah SWT agar banjir kesesatan dan kekafiran yang melanda umat segera berlalu. Setelah sekian lama umat hanyut diombang-ambing dalam ketidakpastian, sekaranglah saatnya untuk membangun kembali puing-puing yang telah hancur dilanda air bah, menyusun kekuatan, merapikan barisan, memperindah bangunan peradaban Islam dengan sifat-sifat mulia, berdo’a, dan bertawakkal. Hanya dengan jalan itu, pastilah kemenangan itu akan dengan cepat dan mudah diraih, insyaAllah. Tinggallah sekarang, apakah umat ini mau melakukan pilihan yang justru akan menentukan hidup mati mereka? Juga, apakah umat saat ini mau membangun dan merancang kembali bangunan Islam yang dulu pernah tegak? Atau, malah umat akan turut hanyut bersama air bah kesesatan dan kekafiran? Mahabenar Allah SWT dengan segala firmanNya: Maka bersabarlah kamu. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, dan janganlah sekali-kali orang yang tidak meyakini ayat-ayat Allah itu berhasil menakut-nakuti kamu.” (QS. Ar Ruum 60).

Sumber: http://blog.wiemasen.com/2009/01/10/kehancuran-yahudi/

michael heart untuk gaza

LOS ANGELES–MI: Suatu malam, seorang musikus bernama Michael Heart terhenyak saat melihat foto-foto korban kebiadaban Israel di Jalur Gaza melalui internet. Ia amati dengan saksama tragedi kemanusiaan yang menewaskan 1.300 orang itu. Emosinya bangkit. Ia larut dalam duka yang amat dalam. Diambillah gitar kesayangannya dan ia pun bersenandung. Jadilah lagu We Will Not Go Down (Song for Gaza) yang kini mendunia.


Melalui tembang tersebut, Michael menyerukan agar perang dihentikan. “Dunia harus menyadari kekejaman dan perlakuan tragis yang menimpa warga Palestina di Gaza,” ujarnya seperti dikutip Abaristo.com, baru-baru ini. Semula, musikus yang bernama asli Annas Allaf yang lahir di Suriah itu membuat tembang tersebut hanya untuk koleksi pribadi. Namun, atas saran keluarganya, lagu itu patut diperdengarkan kepada orang lain.

Michael kecil tumbuh di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Kini, ia menetap di Los Angeles dan menjalani kehidupan sehari-harinya sebagai produser musik dan gitaris.  Sebelumnya, pada tahun 2008 ia baru meluncurkan album musik beraliran pop-rock pertamanya, berjudul Unsolicited Material.

Keseluruhan lagu tersebut bercerita tentang kondisi memprihatinkan masyarakat Palestina di Gaza menghadapi gempuran pasukan Israel. Hingga kini tak kurang dari 700.000 orang telah melihat video klipnya melalui sebuah website penyedia video terkenal di dunia, dan 250.000 orang telah mengunduh lagunya.

Bahkan sekitar 10.000 komentar telah dikirimkan sebagai respon masyarakat dunia atas lagu yang memang didedikasikan untuk warga Palestina tersebut.

Menyinggung masalah pemberitaan konflik Gaza di media massa Amerika Serikat yang terkesan menutup-nutupi fakta di Gaza, Michael berharap pada warga Amerika Serikat khususnya untuk mempertimbangkan keabsahan sumber berita yang mereka saksikan. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang dengan mudahya menghidupkan televisi dan percaya pada apa yng disajikan oleh program berita setempat.

“Mereka tidak menyadari bahwa pemberitaan yang mereka saksikan sangatlah bias dan jauh dari objektifitas. Pihak program berita tidak memberikan keseluruhan cerita di lapangan, namun lebih pada versi hasil bentukan mereka sendiri. Sebenarnya semua orang berhak untuk mengetahui yang sebenarnya,” tambah Michael.

Awalnya Michael berencana untuk menyumbangkan hasil penjualan lagu We Will Not Go Down. Namun karena menghadapi kesulitan dalam hak teknis, ia membatalkan niat tersebut.

“Saya memutuskan lagu ini gratis untuk diunduh, namun setelah mengunduhnya saya memohon kesediaan para pendengarnya untuk melakukan donasi langsung ke lembaga PBB UNRWA di Palestina,” ujar Michael yang lagunya kini banyak diputar oleh stasiun-stasiun radio dan televisi berbagai negara di dunia.

Michael memang sudah mengenal musik melalui piano dan gitar sejak umur 10 tahun. Tak lama kemudian ia mulai mencoba mengarang lagu dan terus menunjukkan perkembangan bakatnya menuju rekaman. Ditambah studinya di bidang audio engineering semasa kuliahnya di Full Sail Recording School.

Michael semakin memantapkan kariernya dan mencatat telah bekerja sama dengan musisi dan penyanyi top dunia, diantaranya Toto, Phil Collins, Hillary Duff, Jessica Simpson, Al Jarreau, Jojo dan David Foster. (michaelheart.com/X-4)

anda mau dengar lagunya : silahkan download disini

Lirik lagunya

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Get More Songs & Codes at www.stafaband.info

“Bahaya Televisi”

MUQODDIMAH

Televisi adalah salah satu media komunikasi modern yang pada hari ini perkembangannya sangat pesat sekali. Perkembangan ini tentu memiliki efek-efek yang positif dan negatif sesuai dengan acara-acara yang disiarkan oleh media ini. Maka televisi sebagai salah satu produk kemajuan peradaban adalah ibarat sebuah pisau yang bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat dan bisa digunakan untuk hal yang membuat madhorot bagi manusia.

Realita yang ada menunjukkan bahwa mayoritas tayangan-tayangan televisi saat ini adalah acara-acara yang di haramkan oleh syari’at islam, walaupun diselingai dengan program-program yang bermanfaa’at dalam bidang agama, pendidikan, dan pengetahuan, hanya saja program-program hiburan yang berlawanan dengan norma-norma agama.

Lalu bagaimanakah kita harus menyikapinya? Insya Alloh dalam pembahasan kali ini akan kami paparkan secara ringkas pandangan syar’i tentang televisi dan sikap yang seharusnya dilakukan terhadapnya dengan harapan bisa menjadi rambu-rambu syar’i di dalam masalah ini –biidznillah-

TELEVISI DAN PEDANGKALAN AQIDAH

Televisi memiliki andil besar dalam pendakalan aqidah kaum muslimin dengan berbagai macam tayangan-tayangan ‘ghoib’ yang sangat marak akhir-akhir ini. Menampilakn berbagai macam khurofat-khurofat yang dikemas dalam bentuk sinetron-sinetron ‘Gaib Islmai’ serta acara-acara ‘dunia lain’,’uji nyali’ dan yang semacamnya.

Televisi juga memiliki efek negatif terhadap aqidah wala’ wal baro’ dari kaum muslimin.Merupakan hal yang dimaklumi bahwa di antara pokok-pokok aqidah Islam adalah wajibnya memberikan wala’ (loyalitas) kepada setiap muslim dan baro’ (membenci dan memusuhi) orang-orang kafir.

Telivisi memiliki peran besar dalam mengikis aqidah wala’ wal baro’ sedikit demi sedikit. lihatlah suatu misal seorang remaja nyang ngefans berat dengan seorang aktor di televisi dia begitu cinta dengan aktor tersebut bukan dengan sebab apa-apa kecuali karena keahliannya beraktig, padahal bisa jadi aktor ini adalah seorang peminum khamr, pecandu narkoba. dan seorang pezina.

Ada lagi remaja lainnya yang ngefans berat dengan sorang pemain bola hingga dia dukung dan dia bela mati-matian di hadapan teman-temannya dan di hadapan orang-orang yang lainnya Jika dia ditanya: “Kenapa kamu begitu cinta dengan pemain bola ini apakah karena diataat beribadah? karena dia menghabiskan waktunya untuk kepentingan Islam? ataukah dia biasa membantu fuqoro’ dan anak-anak yatim?” Maka pasti dia akan menjawab: “Bukan karena itu semua, tapi hanya karena dia lihai bermain bola !!” Yang lebih menherankan lagi bisa jadi pemain bola ini seorang yang faswik, bahkan seorang yang kafir seperti pemain negeri kafir dan sebagian orang-orang kafir yang mengadu nasib ke negeri ini denagn bekal kepiawaiannya dalam bermain bola. Maka lihatlah bagaimana dia loyal kepada orang kafir ini dan membelanya dengasn matian-matian padahal Rasullulloh Shallallohu ’alaihi wasallam bersabda:

‏المرء مع من أحب

Seseorang bersama yang dia cintai.

(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya 4/333 dan Tirmidqi dalam Jami’nya 4/596 dan dishohikan oleh Syaikh al-Al-bani dalam Shohiul Jami’: 6689)

Televisi juga banyak menayangkan film-film yang menisahkan toloh-tokoh kafir yang dianggap sebagai pahlawan seperti Zorro, Robinhod, dan yang lainnya, yang ini jelas akan menghembuskan kecintaan terhadap tokoh-tokoh kafir ini dan melemahkan aqidah baro’ terhadap orang-orang kafir yang diwajibkan oleh syari’at Islam.

Di sisi lain televisi juga jenjungkirbalikkan pemahaman dan persepsi tantang kepahlawanan, sejak dahulu kaum muslimin berpersepsi bahwa para pahlawan adalah orang-orang yang mengorbakan diri-diri mereka di medan pertempuran untuk membela Islam dan kaum muslimin, atau yang bershodaqoh denan harta-harta mereka kepada para fuqoro’ walaupun mereka sendiri juga membutuhkan, atau yang tidak tidur di waaktu-waktu malam karena demi kebaikan umat dan meninggikan kalimat Alloh ’azza wa jalla. Adapun televisi maka dia menebarkan persepsi-persepsi baru akan makna kepahlawanan, yaitu orang yang menang dalam suatu permainan yang remeh, atau mendapatkan pemuas nafsunya, atau memenagkan persaingan di dalam memperebutkan seorang perempuan, atau berhasil mendaptkan harta yang banyak dengan kecurangan dan memperdaya orang lain.

Dahulu kaum muslimin mengenal para wanita mulia yang dijadikan tauladan di dalam sejarah islam seperti Sumayyah wanita pertama yang syahid id dalam Islam, dan Khansa’ yang mendorong keempat puteranya agar berjihad di jalan Alloh ’azza wa jalla, tatkala datang berita kematian meraka di dalam jihad maka Khansa’ berkata: “Segala puji bagi Alloh ’azza wa jalla yang telah memuliakanku denagn kematian mereka di jalan-Nya agar mengumpulkanku dengan mera di surga-Nya.”

Tetapi televisi telah mengubah pemahaman ini denan menebarkan opini kepada para pemirsa bahwa kepahlawanan wanitaterwujud kepada kemampuan wanita berakting , menyanyi, atau menari, atau mendapatkan juara pada kontes butuh dan pemilihan ratu kecantikan!, yang ini semua adalah gambaran akhlak-akhlak yang jelek dan moral-moral yang bobrok! Ya Alloh jangan Engkau menghukum kami dengan perbuatan orang-orang yang jahil dari kami!

FILM KARTUN MERUSAK AQIDAH ANAK-ANAK

Televisi memiliki andil yang besar dalam merusak aqidah generasi muda muslim, dengan penayangan film-film kartun yang banyak sekali melecehkan aqidah kaum muslimin dan sekaligus mengagungkan keyakinan-keyakinan orang-orang kafir dan musyrikin.

Sebuah seri film kartun yang berjudul ‘GodZilla’ (God Zilla: Tuhan Zilla) mengisahkan tentan sebuah keluarga yang mengarungi samudra, kemudian dihalangi oleh binatang-binatang buas khayalan-khayalan yang mengancam keluarga ini, tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka dari binatang-binatang buas ini kecuali Godzilla. Dia bisa dipanggil oleh manusia dengan perangkat ilektronik dan langsung datang saat itu juga dan menyelamatkan keluarga tersebut dari gangguan binatang-binatang buas yang menghalangi mereka. Godzilla ini memiliki seorang anak yang menemani sekelompok manusia, mereka seru dan memenuhi seruan mereka. Ini adalah miniatur dari keyakinan orang-oran Nasrani yang mengklaim bahwa Isa adalah anak Alloh ’azza wa jalla dan bahwasanya hendaknya manusia mendekatkan diri kepada anak Alloh ’azza wa jalla agar Alloh ’azza wa jalla ridho kepada mereka. Maha Tinggi Alloh ’azza wa jalla dari perkataan mereka dengan setinggi-tingginya.

Inilah aqidah-aqidah orang-orang Nasrani yang dipaparkan kepada anak-anak Islam yang mereka tidak mampu menepis syubhat-syubhat dan membantah kedustaan-kedustaan, lalu bagaimana kita tinggalkan mereka di hadapan arus ghozwul fikri (perang pemikiran) yang menyerang akal dan hati mereka?!!.

Surat kabar al-Muslimun Edisi 257 Tanggal 8 Jumadi Tsaniyyah 1410 H memaparkan sebagian efek-efek negatif dari film kartun dan bahayanya terhadap aqidah anak-anak, di antaranya;

1. Seorang bapak yang bernama Ibrohim al_Fahd awalnya tidak percaya dengan bahaya film kartun ini hingga suatu saat dia dikejutkan dengan anaknya yang bersujud kepada boneka-boneka hingga terwujud apa yang dia inginkan!! Tatkala dia tanyakan kepada anaknya: “Siapakah yang mengajarimu hal ini?” maka anaknya spontan menjawab: “Aku melihat di film ini,” maka saat itulah bapak ini tahu bahaya perkara ini.

Demikianlah anak-anak Islam belajar dari film-film kartun kesyirikan yang jelas yaitu sujud kepada selain Alloh ’azza wa jalla dan menganggapnya sebagai perkara biasa!

2. Di dalam film ‘Cindy Bad’ dipaparkan sebuah gambaran orang-orang yang menyembah api, dan ada yang menyembah burung dan memberikan persembahan-persembahan kepadanya.

3. Di dalam film ‘Serigala Putih” dipaparkan sebuah adegan orang-orang yang tertimpa musibah, mka mereka berkumpul di sekeliling berhala besar, mereka angkat tangan-tangan mereka berdo’a kepadanya dengan dikelilingi sebuah api unggun yang menyala.

Sebagian film-film kartun menggabungkan antara khayalan dan perusakan aqidah sekaligus seperti fil ‘al_Fanus’ yang menggambarkan sebuah cincin sihir yang pemakainya bisa menguasai dan mengatur dunia dari cincin ini,maka film ini meggabungkan antara khayalan yang merusak kejiwaan dan keyakinan tehadap siir dan penggunaanya untuk solusi problema-problema (Lihat al_Muttaham Awal hal.56-56)

Wahai para orang tua, demi Alloh ’azza wa jalla bolehkankalian tinggalkan akan-anak kalian di hadapan film-film kartun yang menghancurkan aqidah Islamiah dan tauhid yang shohih?

Bagaimanakah kalian akan menjawab pertanyaan Robb klian tnetang tanggung jawab kalian terhadap anak-anak kalian dalam keadaan Rasullulloh ShallAlloh ’azza wa jallau ’alaihi wasallam bersabda:

Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas kepemimpinannya… seorang laki-laki adalah pemimpin keluarganya dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannym seorang wanita adalah pemimpin rumah tangga suaminya dan bertanggung jawab atas mereka.

(Muttafaq Alaih)

Sa’ad al-Humaid seorang guru besar Universitas king Saud Riyadh berkata: “Film-film kartun ini mengandung pemahaman-pemahaman yang salah dan nilai-nilai murahan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan masyarakat islami.” (LIhat al-Muttaham Awal hal.55)

TELEVISI DAN KRIMINALITAS

Televisi memiliki andil besar di dalam mengajari para penjahat tentang berbagai trik aksi kejahatan dan cara-cara menghilangkan jejak. Pada awalnya aksi-aksi kriminal sangat sederhana dan mudah sekali terungkap dan para pelaku kriminal cepat tertangkap.

Tetapi sekarang tatkala banyak stasiun televisi yang menayangkan berbagai film detektif dan menayangkan berita-berita kriminal dengan mendetail seperti’Jejak kasus’, ‘Bidik’, ‘Patroli’, dan yang semacamnya, maka kualitas dan kuantitas kriminalitas meningkat, para pelaku kriminal mendapatkan ‘kursus gratis’ tentang trik-trik kejahatan dari tayangan-tayangan televisi tersebut, kasu-kasus kriminal meningkat dan begitu banyak kasus-kasus perampokan, pencurian,narkoba, pemerkosaan, danpembunuhan yang sangat sulit dilacak dan diungkap, karena telah dirancang dengan siasat yang jitu dan teliti. Surat kabar al-Abna’ yang terbit di Kuwait mewawancarai seorang pelaku kriminal, ditanyakan kepadanya: “Bagaimanakah kisah awalmu di jalur kriminal?” dia menjawab; “Permulannya karena aku melihat sebuah film sehingga muncul ide kriminal ini.”

Pada tahun 1984 berkumpullah Majelis Umum Inggris, dan menetapkan bahwa penelitian-penelitian menunjukkan bahwa tingkat kriminalitas meningkat dengan pesat sejak tersebarnya kaset-kaset video.

Majalah al-Amn wal Hayat Tunisia menyebutkan bahwa ada seorang anak yang gantung diri untuk mepraktekkan apa yang dia lihat di sebuah film.

Di Amerika ada seorang anak yang berusia 9 tahun gagal di semua bidan studi dalam ujiannya, maka dia mengusulkan kepada orang tuanya agar mengiririm satu kemasan gula-gula beracun ke sekolahnya, tatkala dia ditanya dari mana dia belajar hal itu maka dia menjawab bahwa dia mengambil ide tersebut dari sebuah film. (lihat al-Muhattam Awal hal.19-22)

TELEVISI MERUSAK CITRA SEJARAH ISLAM

Banyak stasiun televisi yang menayangkan film-film atau sinetron-sinetron ‘Islami’ yang diproduksi oleh orang-orang yang tidak tahu Islam atau sedikit sekali faham tentang Islam sehingga datang membawa informasi-informasi yang keliru dan kisah-kisha yang dusta.

Sebagian produsen film memandang bahwa peristiwa-peristiwa sejarah kurang luwes sehingga dia tambahkan adegan-adegan tambahan yang dusta dan bahkan dia tambahkan adegan-adegan romantis terhadap sebagian film sejarah tokoh-tokoh Islam, yang ini jelas merusak citra sejarah Islam di benak para pemirsa, tetapi produsen tetap menginginkan hal itu agar filmnya bisa laku!.

Demikian juga film-film ‘Islami’ ini didukung oleh para aktor terkenal yang memerankan tokoh-tokoh Islam seperti Sholahuddin al-Ayyubi, Harun ar_Rosyid, Ibnu Taimiyyah, bakan memerankan para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar dan bahkan memerankan para nabi seperti Ibrohim dan Isma’il.

Para pemirsa akan melihat bahwa aktor yang memerankan seorang ulama Islam di sebuah film sejarah dia berperan sebagai play boy di gilm yang lainnya, dan di film yang lainnya lagi dia berperan sebagagai seorang penjahat dan buronan, maka rusaklah citra ulama tersebut di benak para pemirsa!.

TELEVISI DAN MUSUH-MUSUH ISLAM

Pada hari ini televisi merupakan corong berbesar bagi semua pemikiran yang melawan dan memusuhi Islam , melalui televisi musuh-musuh Islam menggambarkan masyarakat Islam yang terbelakang dan menyuguhkan gambaran masyarakt kafir Yahudi dan Nasrani yang maju, demikian juga televisi menebarkan semangat nasionalisme dan fanatik terhadap negeri masing-masing, televisi Irak membicarakan peradaban Babilonia, televisi Suria membicarakan peradaban Asyuria, televisi aljazair membicarakan peradaban Barbar, televisi Mesir membicarakan kerajaan Fir’aun, televisi Indonesia membicarakan kerajaaan Majapahit dan Sumpah Palapa, yang ini semua menjadikan masing-masing penduduk negeri fanatik kepada nenek moyang mereka walaupun mereka adalah orang-orang kafir, mereka lupa bahwa kaum muslimin di seluruh dunia adalah satu tubuh, Alloh ’azza wa jalla Azza Wazala berfirman:

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Alloh ’azza wa jalla ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh ’azza wa jalla Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.( QS. al-Hujurot [49]:13).

Dan Alloh ’azza wa jalla Azza Wazala berfirman:

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan antara kedfua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allloh, supaya kamu mendapat rohmat. (QS. al-Hujurot [49]:10)

Televisi juga merupakan mimbar setiap agama yang sesat dan pemikiran yang menyimpang, dengan leluasa para pemilik kesesatan menebarkan racun-racun pemikiran mereka ke rumah-rumah kaum muslim melalui media elektronik ini.

Televisi juga merupakan sarana efektif bagi setan untuk membuat kaum muslimin malas melakukan sholat, banyak sekali acara-acara yang menarik di letakkan tepat pada saat masuk waktu sholat sehingga banyak kaum muslimin yang lebih memilih duduk di depan televisi daripada menunaikan kewajiban terhadap Penciptanya, kalaupun jika dia berangkat menunaikan sholat maka dia tidak bisa khusyu’ karena pikirannya masih terpancang ada acara yang baru dia lihat.

Banyak orang yang begadang malam di depan televisi sehingga tertidur dan tidak menunaikan sholat shubuh, dan sebagai catatan bahwa acara-acara- televisi ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya di waktu-waktu yang banyak keutamaannya seperti bulan Romadhon, waktu haji, dan yang lainnya, sehingga banyak kaum muslimin yang diperdaya oleh setan sehingga luput darinya pahala-pahala yang besar yang dijanjikan oleh Alloh ’azza wa jalla dan Rosul-Nya.

TELEVISI DAN KERETAKAN RUMAH TANGGA

Televisi memiliki andil yang besar dalam kasus-kasus perceraian dan keretakan rumah tangga dengan banyaknya tayangan-tayangan sinetron ‘keluarga’ yang mengajari seorang istri membangkang kepada suaminya, meminta kepada suaminya hal-ahl yang di luar kesanggupan suaminya, membantah suaminya dengan ‘gaya-gaya artis sinetron’, mengajari suami dan istri selingkuh, mengajar anak-anak berani kepada orang tua, mengajari ‘anak tiri’ agar membenci kepada ‘ibu tirinya’, yang semuanya itu membuat keluarga-keluarga porak poranda dan menelantarkan anak-anak mereka.

Demikian juga televisi mengajari anak-anak remaja agar berani melanggar batas-batas agama dan norma-norma kebaikan, mengajari mereka agar melakukan hubungan cinta yang diharamkan, bagaiman seorang pemuda menggaet seorang gadis dan bagaimana seorang gadis menjaring para pemuda, bagaimana caranya mengirim sura cinta, bagaimana mengatur janjian dengan ‘aman’, yang ini semua diajarkan oleh sinetron-sinetron remaja yang menjamur di setiap stasiun televisi.

Televisi juga begitu ganas menyelewengkan para wanita dari jalur yang lurus, membuat mereka phobi terhadap hijab syar’i, menyemangati mereka agar tabarruj (berhias yang tidak syar’i) dan buka-bukaan, berusaha menggeser kesucian dan kehormatan para wanita dengan acara-acara wawancara, seminar, dan pertemuan-pertemuan yang membahas tentang emansipasi dan kebebasan wanita.

PENGARUH TELEVISI TERHADAP KESEHATAN

Dr. Muhammad bin Isma’il al-Muqoddam di dalam ceramahnya yang berjudul al-Ijhaz ‘Alal Fideo wa Tilfaz menjelaskan tentang efek-efek negatif televisi secara medis, di antaranya:

1. Tatkala diadakan cek medis terhadap anak-anak sebelum masuk lembaga pendidikan terungkap bahwa anak-anak pecandu televisi tertimpa kebengkokan di punggungnya disebabkan pengaruh duduk lama di depan televisi, mereka juga mengalami kelemahan penglihatan dn kesulitan bicara. Sampai-sampai ada sebagian sekolah-sekolah di Jerman yang membuat keputusan mengambil perjanjian pada para wali anak-anak didik mereka agar anak-anak mereka tidak duduk di depan televisi!.

2. Seorang ahli Radiologi yang terkenal Enil Chroom berkata: “Sesesungguhnya perusahaan-perusahaan produsen televisi berdusta dan memperdaya manusia tatkala mereka mengatakan bahwa televisi mengeluarkan radiasi sinar yang rendah yang tidak memberikan efek berbahaya, karena penelitian membuktikan bahwa sebesar apapun dari radiasi sinar akan menyebabkan madhorot yang bertingkat-tingkat sesuai dengan lemah dan kuatnya.”

3. Penelitan di Mesir menunjukkan bahwa keberadaan ibu hamil di dpan televisi kadang akan menyebabkan kelainan pada janin, dan bahkan bisa menyebabkan kematian janin sebelum dan sesudah kelahiran, demikian juga penelitian menunjukkan bahwa televisi berwarna memiliki efek yang lebih berbahaya.

Dr. Muhammad Manshur dari Markaz Teknologi Penyinaran al_Qaumi Mesir menasehatkan kepada para wanitta hamil dan anak-anak agar tidak duduk lama di depan televisi berwarna, karena dia adalah penyebab kematian janin.

Dia menegaskan bashwa sinar televisi tersebut bisa melemahkan penglihatan anak-anak.

dia juga menegkaskan bahwa sinar tersebut bisa mempengaruhi lensa kaca mata hingga menyebabkan tidak sesuai ukurannya bagi mata pemiliknya. (Lihat al-Muttaham al-Awwal hal.42-44)

HUKUM SYAR’I TENTANG TELEVISI

1. Telah datang suatu pertanyaan kepada Lajnah Daimah Saudi Arabia yang berbunyai:
” Bagaimanakah hukum menonton gambar-gambar bergerak yang ada di televisi?” maka Lajnah Daimah menjawab: “Tidak boleh menonton di televisi gambar-gambar telanjang dan porno, karena hal itu termasuk fitnah dan membawa kepada bahaya yang besar.” (Fatwa Lajnah Daimah no:3374)

2. Dari Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baz kepada siapa saja yang menelaahnya dari kaum muslimin. Semoga Alloh ’azza wa jalla memberikan taufiq kepada kita semua kepada keridhoan_Nya dan melindungi kita dari sebab-sebab kemurkaan dan adzab-Nya . Amin.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi wa Barokatuhu, Wa Ba’du

Telah menyebar pada saat ini sesuatu yang dinamakan parabola atau yang semacamnya , bahwasanya dia menukil semua yang dipancarkan dari seluruh dunia dari segala macam fitnah, kerusakan, keyakinan-keyakinan yang bathil, seruan kekufuran dan ateisme, bersamaan dengan yang dia pancarkan dari gambar-gambar wanit, majelis-majelis khamr dan kerusakan, serta segala macam kejelan yang datang dari luar dengan peralatan televisi. Telah terbukti di sisiku bahwa banyak orang-orang yang menggunakannya, dan bahwa alat tersebut diproduksi dan dijual di negeri-negeri. Maka wajib diberikan peringatan tentang bahayanya, wajibnya memeranginya, wajibnya wasskpada terhadapnya, haramnya penggunaannya di rumah-rumah dan yang lainnya. Dia haram diperjualbelikan dan diproduksi karena apa yang ada di dalamnya dari madhorot yang besar, kerusakan yang besar, kerja saqma atas dosa dan persusuhan, dan penyebaran kekufuran dan kerusakan di antara kaum muslimin serta menyeru kepada hal itu dengan ucapan dan pebuatan.

Maka wajib atas musliim dan muslimah agar waspada terhadap itu semua dan saling berwasiat untuk meninggalkannya dan salaing menasehati dalam masalah ini sebagai wujud pengamalan firman Alloh ’azza wa jalla.

Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat daosa dan pelanggaran, dan bertakwalah kalian kepada Alloh ’azza wa jalla, sesungguhnya Alloh ’azza wa jalla amat berat siksa-Nya. (QS. al-Maidah [5]:2) (Risalah Isti’mal Dusy Munkarun Kabir dari program Fatawa Syaikh Bin Baz)

3. Telah datang sebuah pertanyaan kepada Syaikh sholih al-fauzan yang berbunyi: “Ada sebagian orang-orang yang baik memasukkan televi ke dalam rumahnya, dengan alasan agar dia tidak dituduh bersikap ghuluw (berlebihan), bagaimana nasehat Syaikh?’

Syaikh menjawab: “Meninggalkan televisi bukanlah sidap yang ghuluw, sesungguhnya dia adalah kehati-hatian terhadap agama,keluarga, dan anak-anak.

Meninggalkan televisi akan menjauhkan dari sebab-sebab kemadhorotan,. Karena dengan keberadaan televisi akan menimbulkan madhorot bagi anak-anak dan para wanitm, bahkan madhorot bagi pemilik rumah. Dan siapakah yang bisa menjamin dirinya aman dari fitnah?!. Semakin jauh seseorang dari sebab-sebab fitnah, maka itu akan lebih baik untuk sekarang dan untuk akibatnya. Meninggalkan televi bukanlah ghuluw, tetapi sebagai sarana menjaga diri.” (Muntaqo MIn Fatawa Syaikh Sholih al-Fauzan no:127)

BOLEHKAH MEMILIKI TELEVISI UNTUK MENDENGARKAN BERITA SAJA?

Telah datang sebuah pertanyaan kepada Syaikh Sholih al-Fauzan yang berbunyi: “aku meletakkan sebuah alat yang bisa menerima pancaran siaran-siaran televisi-televisi dari luar, aku hanya mendengarkan berita-berita saja, sebagai catatan bahwa aku melakukan ini khusus untuk diriku sendiri aku tidak menizinkan orang lain untuk melihat acara-ackara yang lainnya, bagaimana pendapat Syaikh?”

Syaikh Sholih al-Fauzan menjawab: “Tidak boleh menggunakan alat yang bisa menerima pancaran siaran-siaran televisi -televisi dai luar karena akan mendatangkan kejelekan, kerusakan pada aqidah dan akhlak, dan madhorot-madhorot bagi keluarga dan masyarajkat. JIka saja seorang berhati-hati pada awalnya maka kehati-hatian ini tidak bisa berlangsung terus. Telah datang syari’at yang suci memerinthkan agar menutp segala sarana yang membawa kepada kejelekan.

Demikian juga manusia tidak bisa aman dari fitnah. Adapun untuk mendapatkan berita maka engaku bisa mendapatkannnya dari media-media komunikasi yang lainnya dari surat kabar, siaran radio, dan televisi Saudi. Dengan catatan bahwa berita-berita yang ada begitu banyak kedustaannya, merusak pemikiran, dan menyebarkan berita-brita untuk menakut-nakuti kaum muslimin.” (Muntaqo MIn Fatawa yaikh Sholih al-Fauzan no:275)

BADAL (PENGGANTI) TELEVISI

Pada saat ini banyak media-media mubah yang bisa menggantikan kedudukan tlevisi dan bisa menyibbukan waktu seorang muslim dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti buku-buku agama yang bermanfa’at, majalh-majalah Islami untuk anak-anak, kaset-kaset Islam dalam beentuk murottal al-Qur’an dan ceramah, CD-CD Islami interaktif untuk dewasa, dan CD-CD Islami interaktif untuk anak-anak.

CD-CD ini saat ini sangat memungkinkan sekali sehubungan dengan turunnya harga-harga komputer produk lama yang jauh lebih murah harganya dibandingkan dengan televisi.

PENUTUP

Inilah yang bisa kami sampaikan tentang bahaya-bahaya televisi dan media-media yang bisa menggantikannya, semoga kita semua diberi taufiq oleh Alloh ’azza wa jalla sehingga bisa menjaukan diri-diri kita dan keluarga-keluarga kita dari sarana-sarana kerusakan dan membawa diri-diri kita dan keluarga-keluarga kita kepada jalan-jalan kebaikan.Amin.

Penulis: Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh