Sebuah Tanya
akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku
(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku bicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang kita tidak mengerti
seperti kabut pagi itu)
manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru
by: soe hokgie
Indah pada akhirnya
Di ujung petang ini aku masih disini
Manapaki langkah menyusul mimpi pada sebuah harapan
Tak seperi yang di bayangkan
Karena hidup kita untuk berani
Bicara pada kesalahan atau kebenaran
Walaupun ranti besi menjerat kaki untuk berdiri atau peluru yang akan menerjang mematahkan mimpi.
Apakah selamanya harus mengalah
Takut pada ketidakpastian,
Bagaikan hidup seperti malam, Gelap, kesunyian tanpa kawan
Alam begitu marah pada keserakahan
Manusia manusia mengotori bumi dengan kerakusan
Kekuasan seolah menjadi tangan, menghukum siapa saja yangmenentang.
Waktu akan terus berputar dan keserakahan tak kan selamanya menang
Bicaralah pada kebanaran
Beranilah untuk melawan
Karna kemenangan adalah penebus perjuangan dalam kehidupan
By ; posted 04/05/2009 by soe gik

